Rangkuman Materi Laporan Keuangan
Laporan keuangan ialah catatan info mengenai keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode akuntansi yg bisa dipakai untuk menggambarkan kinerja dari perusahaan tersebut. Laporan keuangan ialah tahap dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yg lengkap biasanya antara lain meliputi : Neraca, laporan laba menyesal komperhensif, Laporan perubahan ekuitas, Laporan perubahan posisi keuangan yg bisa disajikan berupa laporan arus kas alias laporan arus dana Catatan dan laporan lain, dan materi penjelasan yg ialah tahap integral dari laporan keuangan.
Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim
Laporan keuangan menurut M.Hanafi dan Abdul Halim ialah sebuah laporan yang sanggup memperlihatkan info perusahaan serta digabungkan dengan info lain, seperti industri dan juga kondisi ekonomi
Ikatan Akuntan Indonesia
Laporan keuangan adalah suatu susunan yang menyajikan data - data keuangan serta kinerja keuangan dalam sebuah entitas. Tujuan dari laporan keuangan ini ialah untuk memperlihatkan info - info mengenai posisi keuangan (financial positition), kinerja keuangan (financial performance) dan arus kas (cash flow).
Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan wajib berisi elemen yang terdiri dari networth, aset, kewajiban, beban, pendapatan, perubahan ekuitas dan arus kas.
Munawir (2010:5)
Menurutnya laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, perhitungan laba menyesal dan perubahan ekuitas. Neraca menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari sebuah perusahaan pada peroide tertentu. Sedangkan laba menyesal memperlihatkan hasil-hasil dan beban perusahaan yang telah dicapai.
Harahap (2009:105)
Menurut dia, laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil perjuangan perusahaan pada jangka waktu tertentu.
Gitman (2012:44)
Laporan tahunan yg dimiliki perusahaan dan wajib diberikan terhadap pemegang saham, merangkum dan mendokumentasikan kegiatan keuangan selagi satu tahun terakhir.
Macam-macam/Jenis-jenis Laporan Keuangan
Secara umum, macam-macam laporan keuangan ialah terdiri dari sebagai berikut :
Neraca
Laporan neraca alias daftar neraca ialah laporan yg menggambarkan posisi aktiva, kewajiban/hutang dan modal pada periode waktu tertentu. Neraca bisa disusun setiap saat, dan tidak hanya itu neraca mempunyai isi alias komponen yg terdiri atas berbagai faktor yg antara lain ialah sebagai berikut :
a). Harta/Aktiva/Asset
Harta ialah asset yg dimiliki sebuah perusahaan yg mempunyai peran dalam operasi perusahaan contohnya kas, aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, persedian dan lain-lain. Menurut berbagai ahli, asset memilki arti yg berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya.
Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132), bahwasannya asset perusahaan tergolong didalamnya terapat pembebanan yang tertunda yang dinilai serta diakui sesuai prinsip akuntansi yg berlaku.
Financial Accounting Standart Board (FASB)(1985) berpendapat, asset ialah keuntungan yang didapat oleh sebuah perusahaan sebagai dampak dari kegiatan transaksi pada masa lalu.
Dari dua definisi di atas bisa disimpulkan bahwa seesuatu dianggap asset apabila di waktu yg akan datang sanggup memperlihatkan net cash inflow yg postif terhaap perusahaan.
Macam-macam aktiva
Secara umum aktiva bisa diklasifikasikan/dikelompokkan menjadi dua macam :
1.) Aktiva masih berwujud (fixed Assets)
Nah, apa itu yg dinamakan dengan aktive masih berwujud, aktiva masih berwujud alias disebut dengan fixed assets, Merupakan semua barang yg dimiliki sebuah peusahaan untuk tujuan operasional dan dipakai dengan cara aktif dan mempunyai masa kegunaan jangka panjang.
Aktiva yang masih berwujud mempunyai masa yang singkat dan wajib didepresiasi selagi masa kegunaannya serta dicatat dalam neraca sebesar kualitas bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasin).
Yang tergolong ke dalam tipe aktiva masih berwujud ini ialah bangunan, mesin, alat-alat pabrik, alat-alat transportasi, alat-alat kantor, mebel, alat kerja bengkel, aktiva sumber alam Sedangkan aktiva masih berwujud yg memilki masa kegunaan tidak tebatas dimasukan ke dalam neraca seharga perolehan.
2.) Aktiva masih tidak berwujud (intangible assets)
Yang tergolong tipe aktiva masih tidak berwujud ini antara lain, hak-hak istimewa yg dijamin oleh undang-undang, perjanjian-perjanjian dan kontrak.
b). Kewajiban/Utang (Liabilities)
Accounting Principal Board (APB) mendefinisikan liabilities sebagai kewajiban dari perusahaan yang diakui dan kualitas sesuai prinsip akuntansi. Saldo kredit yg ditunda juga tergolong ke dalam kewajiban perusahaan.
Sedangkan Financial Accounting Standart Board (FASB) mendefinisikan utang dengan :
Kemungkinan pengeluaran kekayaan hemat sebuah perusahaan di masa mendatang yg timbul dampak sebuah transaksi yg telah terjadi.
Kewajiban tersebut bisa berupa harta maupun jasa tergantung dari perjanjian yg telah disepakati dengan pihak lain.
Dari kedua definisi diatas, utang alias kewajiban memilki tiga sifat utama, yakni :
- Utang itu benar ada/real.
- Utang itu tidak bisa dihindarkan.
- Utang yg mewajibkan perusahaan telah terjadi.
Berdasarkan jangka waktunya, utang bisa dibagi menjadi dua, yaitu utang jangka singkat (Current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).
Utang jangka panjang menurut Harnanto ialah adalah semua kewajiban yg pelunasannya melebihi batas waktu satu tahun. Contoh hutang jangka panjang diantaranya adalah obligasi, hutang bank dan hutang hipotek.
c). Pemilik Modal (Owner Equity)
Modal ialah hak yg tersisa atas aktiva satu perusahaan seusai dikurangi hutangnya. Nilai modal sendiri tidak sama tergantung pada tipe peusahaan.
Jika jenisnya ialah perseorangan jadi kualitas modalnya ialah modal pemiliknya sendiri, dan apabila bentuknya perseroan jadi kualitas modal terdiri dari modal setor dan modal pendapatan.
2.) Laporan Laba-Rugi
Menurut Committee on Terminology laba didefinisikan sebagai jumlah yg di bisa dari pengurangan harga pokok produksi, anggaran operasional lain dan kerugian dari penghasilan operasi.
Sedangkan menurut Accounting Principal Board (APB) statement laba menyesal ialah kelebihan penghasilan yg didapat selagi sebuah perdiode tertentu.
Dari kedua pendapat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa laba menyesal ialah selisih, baik positif maupun negatif yg diperoleh dari kegiatan operasional dan non-operasional selagi periode waktu tertentu.
Laporan laba menyesal mempunyai isi alias atau komponen yg terdiri atas :
a). Pendapatan/hasil/revenue
Pendapatan ialah hasil dari penjualan jasa terhadap perusahaan alias penerima jasa. Harahap mendefinisikan, penghasilan akan dikatakan sebagai pendapatan pada waktu kapan kegiatan mutlak yg butuh untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai.
b). Biaya (Expense)
Menurut FASB, anggaran ialah arus keluar aktiva, pemakaian aktiva alias timbulnya kewajiban dan alias kombinasi dari keduanya dalam jangka waktu tertentu. Keadaan tersebut dikarenakan oleh delivery barang, anggaran jasa alias kegiatan operasional perusahaan lainnya.
Biaya bisa digolongkan menjadi :
Biaya yg dihubungkan dengan penghasilan pada waktu tertentu.Biaya yg dihubungkan dengan periode waktu tertentu yg tidak terkait dengan penghasilan.Biaya yg sebab argumen praktis tidak bisa dikaitkan dengan periode manapun.
Laporan Laba Perubahan Modal (Insidentil Gains & Insidentil Loses)
FASB mendefinsikan Gains sebagai naiknya tingkat kualitas Equity dari transaksi yg bersifat insidentil dan bukan aktivitas mutlak entity dan dari transaksi alias kejadian lainnya yg berpengaruh terhadap entity selagi satu periode terntentu kecuali yg bersumber dari hasil/investasi pemilik.
Sedangkan Loses ialah turunnya kualitas Equity dari transaksi yg bersifat insidentil dan bukan aktivitas mutlak entity dan dari transaksi alias kejadian lainnya yg berpengaruh terhadap entity selagi satu periode terntentu kecuali yg bersumber dari hasil/investasi pemilik.
Laporan Arus Kas/Pos Luar Biasa (Exraordinary item)
Adalah transaksi yg berpengauh terhadap materil yg tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan juga tidak dianggap sebagai faktor yg berualang dalam proses operasional dari sebuah perusahaan.
Adapaun kriteria Pos menarik menurut PAI
Bersifat tidak biasa, yg berarti mempunyai tingkat ketidaknoramalan yg tinggi dan tiak ada hubungannya dengan aktivitas perusahaan sehari-har.Jarang terjadi alias tidak diinginkan terjadi pada masa yg akan datang
Tujuan Laporan keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yg dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan ialah Menyediakan info yg menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan sebuah perusahaan yg berguna bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yg disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan semua info yg mungkin diperlukan pengguna dalam mengambil keputusan ekonomi sebab dengan cara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan info nonkeuangan.
Laporan keuangan juga memperlihatkan apa yg telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), alias pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yg dipercayakan kepadanya. Pemakai yg ingin menonton apa yg telah dilakukan alias pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian supaya mereka bisa membikin keputusan ekonomi.
Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan alias menjual investasi mereka dalam perusahaan alias keputusan untuk membawa kembali alias mengganti manajemen.
Oke, demikianlah ringkasan materi mengenai laporan keuangan yg meliputi arti laporan keuangan, macam-macam laporan keuangan dan tujuan dari laporan keuangan. Semoga rangkuman diatas bisa berguna bagi anda semua para pembaca yg baik hati dan tidak sombong.

0 Response to "Rangkuman Materi Laporan Keuangan"
Posting Komentar